Category Archives: Catatan / Opini

Catatan/Opini/Pengalaman pribadi dan keluarga tentang berbagai hal untuk kemajuan Bangsa, Agama, lingkungan dll
(maklum mo latihan jd penulis lepas)

Usul Perbaikan SOP Penatausahaan Pelaksanaan Peningkatan Kapasitas SDM pada DJPBN

Standard

Banyak sekali kegiatan peningkatan kapasitas SDM baik berupa Diklat, Workshop, Sosialisasi, Bimtek, Seminar dan sebagainya yang dilaksanakan pada unit DJPBN baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun pelaksanaan yang dilaksanakan oleh pihak lain. Namun yang sangat disayangkan, pengelolaan penatausahaan kegiatan peningkatan kapasitas SDM belum terkoordinasi dengan baik. Memang tidak dipungkiri pihak Direktorat yang ada di Kantor Pusat DJPBN maupun unit vertikal dapat melaksanakan kegiatan tersebut secara mandiri dengan anggaran yang dimilki maupun bekerjasamana dengan pihak lainnya.

Saya mengamati Reformasi Birokrasi di unit keraja sebagai bentuk terbentuknya SDM yang profesional dalam bekerja dengan didukung kapasitas ilmu atau skill yang dimilki pegawai. Salah satu bentuk peningkatan ilmu/skill pegawai adalah kegiatan peningkatan kapasitas SDM baik yang dilaksanakan oleh organisasi maupun pribadi. Kegiatan peningkatan kapasitas SDM ini sudah sering dilaksanakan namun sayangnya kurang tertata dalam pengelolaannya, sebagai contoh banyak kegiatan tersebut yang tidak ada dokumen formal bahwa pegawai telah mengikuti kegiatan tersebut (seperti sertifikat, namun karena kita bukan badan diklat hanya boleh menerbitkan surat keterangan aja). Adalagi standar Jamlat, Standar materi dan sebagainya termasuk proses publikasi.

Pegawai DJPBN mungkin sudah mengalaminya, sayang ingin langsung ke solusi yang mungkin dapat membantu walau hanya sedikit, sebagai berikut:

1. Dibuat SE Pengaturan tentang Tata Pengelolaan Pelaksanaan Peningkatan Kapasitas SDM
2. Unit Kantor Pusat (Direktorat) maupun unit vertikal (Kanwil atau Kantor Pelayanan) dapat melaksanakan kegiatan tsb baik secara mandiri atau bekerjasama dengan pihak lain dengan berkordinasi dengan Setditjen c.q. Bagian yang mengurusi Peningkatan Kapasitas SDM
3. Bagian yang mengurusi Kapasitas SDM akan membantu & membimbing terkait prosedur dan teknis pelaksanaan termasuk standarisasi serta penjadwalan dan pengumuman kegiatan sehingga terjadwal dengan rapih
4. Bagian yang mengurusi kapasitas SDM menggunakan aplikasi Teknologi Informasi sebagai membantu proses kerjanya

dengan alur tersebut diharapakan jadwal diklat dapat terpublikasi dengan luas dan mudah diketahui khalayak ramai, tidak mepet, tercatat dalam aplikasi, ada civil effect terhadap pola mutasi/promosi dsb serta sebagai data dalam mengambil kebijakan.

Semoga Ditjen Perbendaharaan lebih Jaya & Sukses setalah melakukan reformasi Organisasi dan SDM tentunya. Salam…

Golput = Mubajir

Standard

Lihat status di sosmed dan komentar rekan2 dunia maya menjelang Pemilu 9 April 2014, banyak yg mengkampanyekan tuk jadi Golput (Golongan Putih alias ga nyoblos, padahal ada loh partai yang dominan warna putih, nah lo …). Padahal kalo yang koar-koar tuk golput sama aja bikin mubajir uanga negara, gimana ga mubajir coba! Gara-gara banyak yg golput, kertas suara banyak yg ga kepake, padahal kan sudah nyetak banyak sesuai DPT (Daftar Pemilih Tetap). Anggap aja yang golput sekitar 35%, berarti pemborosan negara mendekati 35%.

Kenapa bisa ??? ya iyalah … Kan KPU Mencetak kertas suara, membuat TPS, pejabat KPPS sesuai dengan jumlah DPT. Seandainya memang anda sudah niat golput semenjak awal, seharusnya konfirmasi ke Keluarahan saat Kelurahan/Desa mengumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dengan mengisi form tidak bersedia untuk ikut Pemilu. Dan tentunya Partai-parta politik juga gampang tuk mencari target pemilihnya sehingga orang yang sudah golput dari awal ga perlu di sosialisasikan Caleg/Profil partai politik.

Karena kata sebagian orang Golput itu adalah HAM, saya usul kepada KPU tuk solusi semacam itu (ini dari sudut pandang gua yg praktis aja sih). Begini sebaiknya :

1. KPU Mengumkan Daftar Caleg tetap tuk Pemilu & Capre secara bebarengan (apalagi nanti kan Pileg & Pilpres dilaksanakan berbarengan).
2. KPU mengumumkan data Calon Pemilih, dan setelah itu diterbitkan form ketidak ikutsertaa/keikutsertaan (bagi yg belom tercatat) sehingga nanti pihak KPU dapat memastikan DPT yang fix dan pasti ikut Pemilu (kecualia lain hal yg tak terduga).
3. Dari situ, KPU mendapatkan data Pemilih tetap yang fix sebagai dasar pemetaan TPS, Pencetakan jumlah kertas suara dan tetek bengek lainnya.
4. Mudah2an uang negara jadi hemat dan efisien.

Nah karena sisitem ini belom berjalan, jadi bagi warga yang sudah terdaftar dalam DPT sebaiknya menggunakan Hak Suaranya sebaik mungkin. Ingat !!! Uang Negara yang sudah besar tuk membiayai PEMILU, so jangan sampe mubajir ya ….

Salam Demokrasi

Pengalaman Mengikuti Diklat Public Speaking

Standard

Alhamdulillah ….
Akhirnya berkesempatan mengikuti Diklat Public Speaking for Professional Leaders Periode I Tahun 2014 di BDK Cimahi. Diklat yang cukup seru dan menyenangkan untuk diikuti bagi anda yang ingin menjadi speaker di depan publik baik itu terkait pengajaran teknis, peraturan maupun softskill/motivasi.

Diklat dibuka oleh Kepala Balai Diklat Keuangan (BDK) Cimahi Ibu Sri Rahayu Tresnawati pada tanggal 10 februari 2014 dan dilanjutkan dengan pemateri pertama Bapak Encep Suryana yang merupakan MC, Reporter dan Pewarta pada TVRI Jawa Barat. Sesi pertama dilanjutkan dengan praktikum berbicara di hadapan para peserta. Diklat yang berlangsung pada tanggal 10 s.d. 14 Februari 2014 ini, lebih banyak praktikum sekitar 70-80% dibandingkan teori yang diberikan, sehingga kita benar-benar meraskan pengalaman langsung sebagai pembicara.

Pemateri untuk hari ke-2 s.d. ke-5 diberikan oleh Bapak fonda Rafael, yang juga seorang MC, Reporter dan Pewarta pada TVRI Jawa Barat. Selain materi tentang public speaking, pemateri juga mengenalkan ilmu hypnotherapy sebagai bagian dari memepengaruhi audien saat tampil di depan umum.

Selama lima hari diklat, suka dan tawa selalu menyertai kami yang berjumlah 32 peserta dari Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Pajak, Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Kekayaan Negara. Fasilitas asrama dengan full AC dan Shower dengan Air Panas membuat kami merasa nyaman tinggal di Asrama, tentunya juga menu makan yang selalalu menggugah selera.

Diklat ini diharapkan agar peserta pasca diklat dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat. Semoga alumni diklat dapat menjadi seorang pembicara yang handal, mempunyai karakter dan mampu memuaskan para audiennya pada saat Seminar/Sosialisasi/Workshop dan even kegiatan lainnya. Sukses Selalu ….

Foto Bersama Para peserta dengan Narasumber (Fonda Rafael)

Foto Bersama Para peserta dengan Narasumber (Fonda Rafael)

Daftar Peserta

No Nama NIP Unit Kantor
1 Agus Margono 197008131990121001 DJP KPP Pratama Bekasi Selatan
2 Agus Santosa 197608181996021001 DJBC KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung
3 Anetha Hendjan 196401011985032003 DJPBN Kanwil DJPBN Prov. Jabar
4 Arif Kurniawan 197701051999031002 DJPBN Dit. Sistem Perbendaharaan
5 Asep Windo Herwindo 197310161999031002 DJP KPP Pratama Soreang
6 Bambang Kariadi 197102161997031001 DJP KPP Pratama Cirebon
7 Bambang Sugeng Raharjo 196105151985031003 DJPBN KPPN Sumedang
8 Dedi Hidayat 196507231985031004 DJP KPP Pratama Tangerang Timur
9 Endang Jakaria 196312161985031002 DJP KPP Pratama Cileungsi
10 Hariyanto 197601171995111001 DJPBN Dit. Pelaksanaan Anggaran
11 Heni Farida 196505201985032003 DJPBN Kanwil DJPBN Prov. Jabar
12 Hindriyatno Wasono Adhy 197610121999031001 DJBC KPPBC Tipe Madya Pabean A Purwakarta
13 Irma Novita 197011191990122001 DJBC KPPBC TMP A Jakarta
14 Ismed Hanafi 198002142000121002 DJBC Kanwil Jakarta
15 Joko Suseno 196508301985091001 DJPBN Kanwil DJPBN Prov. DKI Jkt
16 Ken Whuriningsih 197611201997032001 DJKN KPKNL Tasikmalaya
17 M. C. Wuri Handoyo 197208251993011002 DJPBN Kanwil DJPBN Prov. DKI Jkt
18 Mochamad Ramdani 198307202004121001 DJPBN Setditjen PBN
19 Muh.Agus Setya Budi 197208031993021003 DJBC KPPBC TMP A Bekasi
20 Onny Pakpahan 197309231994022001 DJPBN KPPN Serang
21 Rhein Albertus Simbolon 198103282002121002 DJBC Kanwil DJBC Jawa Barat
22 Riduan 196406201985031001 DJP KPP Pratama Majalaya
23 Samsul Bahri 197602271997031002 DJP KPP Pratama Depok
24 Sastra Wijaya 197409261996021001 DJKN Kanwil DJKN Prov. Jawa Barat
25 Sonni 197503091997031001 DJBC KPPBC Tipe Pratama Tasikmalaya
26 Su’ud Arif Hudaya 197712142000011001 DJBC KPPBC Tipe Madya Pabean A Bogor
27 T.Yusrizal 196810221997031006 DJP KPP Pratama Tigaraksa
28 Tri Hartati 197407301994022001 DJBC KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru
29 Trimo Yulianto 197607161996031001 DJPBN Dit. Pelaksanaan Anggaran
30 Winda Clarisa 198711112008122003 DJKN KPKNL Purwakarta
31 Yudha Prawira Kusumah 196206181982091001 DJP Kanwil DJP.Banten
32 Yuyun Tresnaningsih 197106081994032002 DJKN Kanwil DJKN Jawa Barat

Penyusunan dan Penataan Training (Suntara)

Standard

Penyusunan dan Penataan Training (Suntara)
Sebagai catatan akhir tahun 2013

 

Kami sebagai tim litbang pada Bagian Pengembangan Pegawai berusaha untuk melakukan inovasi dan kreasi dalam melaksanakan tugas pekerjaan sehari-hari, terutama dalam bidang training.

Harapan saya di Tahun 2014, Bagian Pengembangan Pegawai sebagai pusat pengelolaan pengembangan SDM Ditjen Perbendaharaan baik bersifat sofskill & hardskill. Idenya seperti ini

Bagian Pengembangan Pegawai bersama Direktorat, Kanwil dan Pihak BPPK merumuskna Inisiatif Kebutuhan Diklat (IKD) 2014 yang sesuai dengan peta strategi pengembangan SDM. Disanalah ditentukan diklat-diklat prioritas dengan anggaran yang ada. Nantinya diklat tersebut bisa diselenggarakan oleh pihak BPPK sebagai badan pengelola pendidikan dan pelatihan maupun dilaksanakan secara swakelola/mandiri oleh DJPBN sendiri.

A. Diklat oleh BPPK

BPPK merekam tawaran diklat dalam aplikasi Suntara, dan pihak Kantor Pusat DJPBN (Bag PP) memberikan kuota diklat kepada Kanwil yang telah mengisi TNA. Data peserta diinput oleh unit yang ditawarkan diklat. Bag PP bersama panitia lokal (bila ada) memantau kehadiran serta kelulusan dan penyelesaian adminitrasi keuangan peserta diklat. Pihak BPPK (Pusdiklat/BDK) merekam laporan pasca diklat (telah mengikuti, Lulus dan Nilai Peserta).

B. Diklat Swakelola

Kantor Pusat DJPBN (Setditjen & Direktorat) Atau Kantor Vertikal DJPBN yang akan melaksanakan diklat untuk merekam data diklat yang akan dilaksanakan melalui aplikasi Suntara. Bag PP akan memberikan kuota diklat kepada kantor yg telah mengisi TNA atau sesuai petunjuk dari pihak penyelenggara. Bag PP akan koordinasikan dengan pihak penyelenggaran terkait pembuatan Surat Keterangan/Sertifikat sehingga setiap pegawai yang telah mengikuti diklat swakelola ada buktinya agar memberikan civil effect bagi pegawai tersebut.

Doakan semoga Bag PP tetap bisa melayani dengan Cepat, Tepat, Akurat, Informatif, Ramah dan Sopan sehingga memuaskan semua pemangku kepentingan khususnya dan Kementerian Keuangan umumnya.

Jayalah terus ……..

Ket: TNA = Training Need Analysis (sebuah aplikasi untuk mengisi kebutuhan pelatihan bagi setiap pegawai DJPBN)

Mau Dibawa Kemana Anak Kita? (mendidik anak yang tangguh)

Standard

Mau Dibawa Kemana Anak Kita? (mendidik anak yang tangguh)

Tema ini dibawakan pada sesi II Seminar Keluarga “Mendidik Anak di Era Cyber” yang dilaksanakan pad hari Sabtu tanggal 20 Juli 2013 pukul 13.00-15.00 WIB di Aula utama Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia dengan Pembicara Ust. Bendri Jaisyurrahman (Pendiri komunitas ‘Sahabat Ayah’). Pembicara sebelumnya {Sesi I: Cerdas Mendidik Anak menjadi Tangguh di Era Cyber dengan Pembicara Dra. Ery Soekresno, Psi, M.Sc(Edu). (Psikolog, Konsultan Keluarga)} saya dan istri tidak sempat mengikutinya.

Hal yang menarik dari paparan yang disampaikan dari @ajobendri, bahwa kewajiban ayah dalam mendidik anak lebih utama dari ibu, hal ini diperkuat dari hasil tesis seorang mahasiswi yang menemukan 17 ayat terkait dengan pendidikan yang terdiri 14 ayat pendidikan antara Ayah ke anak (seperti Ibrahim kepada Ismail, Ayah luqman kepada anaknya dsb), 2 ayat pendidikan antara Ibu ke anak dan 1 ayat pendidikan antara Guru ke Murid. Saya cukup terkesima saat pembicara mengemukan fakta ini, saya masih punya persepsi pendidikan anak tanggungjawab Ibu. Hal ini cukup membuat saya merenung lebih dalam tentang pendidikan/ketauladanan saya sebagai ayah kepada anak, jangan-janagn saya sudah menjadi ayah yang durhaka (nauzubillah min zalik), yaitu menuntut anak sholeh tetapi tidak memfasilitasinya.

Dikisahkan Seorang datang kepada Umar r.a. berkata: “Puteraku ini durhaka kepadaku.” Maka datang Umar r.a. berkata kepada anak lelaki itu: “Apakah kau tidak takut kepada Allah SWT? Engkau telah berbuat durhaka terhadap ayahmu, engkau tahu kewajipan anak untuk orang tuanya ……(begini dan begitu)“. Lalu anak itu bertanya: “Ya Amirul mu’minin, apakah anak itu tidak berhak terhadap ayahnya?” Jawab Umar: “Ada hak yakni harus memilihkan ibu yang bangsawan, jangan sampai tercela kerana ibunya, harus memberi nama yang baik, harus mengajari kitab Allah SWT” Maka berkata anak itu: “Demi Allah, dia tidak memilihkan untukku ibuku, dia membeli budak wanita dengan harga 400 dirham dan itu ibuku, dia tidak memberi nama yang baik untukku, saya dinamai kelawar jantan dan saya tidak diajari kitab Allah SWT walau satu ayat.” Maka Umar r.a. menoleh kepada ayahnya dan berkata: “Engkau telah durhaka kepada anakmu sebelum ia durhaka kepadamu. Pergilah engkau dari sini.

Ada Apa dengan ANAK kita ? (BLASTED)

  1. Bored
  2. Lonely
  3. Angry
  4. Stress
  5. TirED

Kondisi Realitas Keluarga Indonesia Saat Ini

  1. Ketiadaan AYAH secara Psikologis
  2. Fungsi AYAH saat ini hanya dua :  1. Memberi nafkah;  2. Memberi Izin untuk menikah
  3. AYAH ATM. ayah hanya sebagai meminta dana/uang untuk kebutuhan si anak
  4. Indonesia = Fatherless country

Father Hunger ??? yaitu kerusakan psikologis yang diderita anak-anak yang tidak mengenal ayahnya. Mengakibatkan :

  1. Rendahnya harga diri anak

2. Bertingkah kekanak-kanakan

3. Terlalu bergantung

4. Kesulitan menetapkan identitas seksual

(cenderung feminin atau hipermaskulin)

5. Kesulitan dalam belajar

6. Kurang bisa mengambil keputusan

7. Bagi anak perempuan, tanpa model peran ayah   setelah dewasa sulit menentukan pasangan yang   tepat untuknya, salah memilih pria yang layak

 

Semoga artikel ini menjadi renungan para ayah yang sangat mencintai anaknya menjadi anak yang Soleh & Solehah dan terbentuknya Keluarga yang Samara.

Seumber:
1. Slide Materi Ust. Bendri Jaisyurrahman
2. http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/hakanak.htm
3. Slide Materi Ibu Ery Soekresno

Analisa atas Evaluasi Ibadah Harian Pribadi

Standard

“Jadikan hari ini lebih baik dari kemarin, jadikan esok lebih baik dari hari ini”, ini bukanlah hadis, tetapi ini adalah ucapan para penceramah/mubaligh yang selalu dikumandangakan yang mana memilki makna yang sangat bagus tuk memotivasi diri kita. Tapi saya yakin semua pembaca setuju dengan kutipan tersebut.

Sering kali kita memotivasi diri untuk lebih baik dari kemarin tetapi kita sering bingung dalam menggunakan alat ukur / indikator pengukur tingkat kebaikan tersebut. Judul “Analisa atas Evaluasi Ibadah Harian Pribadi” merupakan ide yang saya dapatkan saat membuat lembar mutaba’ah Ramadhan 1434 H. Walapun ini hanya alat bantu bukan sebagai tujuan.

Alat ini membantu diri saya dan anggota keluarga untuk memantau grafik peningkatan ibadah harian pribadi selama bulan Ramadhan 1434 H, bisa juga pembanding dengan bulan Ramadhan sebelumnya. Dengan alat ini bisa menjadi indikator pencapaian target ibadah pribadi apak sudah terpenuhi atau masih di bawah rata-rata, Seperti halnya pada dunia kerja. Alat ini juga bisa menunjukan di hari-hari apa saja ibadah kita meningkat atau menurun sehingga kita bisa mengatisipasi pencapain target selam sebulan.

Ramadhan hanya sekali dalam setahun, jangan sia-sia waktu yang ada dengan percuma. Perbanyaklah ibadah. Jangan-jangan Ramadhan ini ramadhan terburuk dalam malaih ibadah pribadi kita (istigfar), Ayo jadikan Ramadhan ini ramadhan terbaik dalam hidup kita, belum tentu kita di beri umur panjang tuk Ramadhan berikutnya (renungkanlah).

Lembar Mutabaah Yaumiyah Ramadhan