WASPADAI STRES AKIBAT VIRUS KOMPUTER

Standar

Pertamakali keluargaku memiliki komputer pada tahun 1997. Saat itu, aku masih duduk di tingkat II SMP, itupun atas desakan kakakku yang minta dibelikan komputer karena banyak tugas sekolah yang harus dikerjakan menggunakan komputer. Oh iya, saat itu kakak saya duduk di tingkat pertama SMA, dan SMA tersebut merupakan SMA favorit di lingkunganku sehingga tugas sekolah lebih banyak dibandingkan dengan SMA lainnya.

Setelah memiliki komputer, interaksiku dengan alat itu semakin sering. Biasanya aku gunakan untuk membuat gambar dengan aplikasi paint dan membuat poster/pamflet. Karena pengatahuanku yang minim tentang virus komputer pada waktu itu, sering aku memasukan disket tanpa melakukan scanning terlebih dahulu sehingga berdampak menyebarnya virus di komputerku. Hal tersebut tentu membuat kakakku marah karena komputer kami menjadi error.

Sebulan kemudian komputer kami bisa digunakan kembali, setelah teman kakakku melakukan perbaikan dengan cara memformat ulang komputer tersebut. Setelah kejadian itu, aksesku untuk menggunakan komputer semakin sedikit dan susah. Karena virus pulalah hubungan saya dengan kakak saya pada saat itu jadi semakin kurang nyaman.

Kisah berikutnya pada tahun 2004, saat aku tingkat III D3 STAN. Pada semester akhir terdapat tugas akhir untuk membuat laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Hal itu tentu membuat interaksiku dengan komputer semakin tinggi. Ada kalanya saat menyusun laporan PKL aku mengerjakannya di rental dan adakalanya aku mengerjakannya di rumah. Kebetulan pada saat itu aku ngekos di dekat kampus. Untuk mengerjakan tugas di rental, biasanya saya selalu selektif dalam memilih rental, mana yang bagus, mana yang suka lemot, dan mana yang banyak virusnya.

Suatu saat setelah mengerjakan tugas di rental, pada akhir pekan seperti biasa aku pulang ke rumah dan mengerjakan tugas di rumah. Pada saat membuka salah satu folder yang ada di disket, entah kenapa komputerku menjadi lemot. Aku coba menngeluarkan disket tersebut dan mencobanya untuk memasukkan kembali, tak disangka semua file dan folder yang ada di disket hilang. Aku sempat stress, sampai-sampai keyboard komputer aku pukul untuk melampiaskan kekesalanku. Tetapi hasilnya tetap saja, fileku hilang!

Kemudian aku mencoba berpikir tenang, bagaimana caranya agar file tugas akhirku—yang sudah memasuki bab IV—dapat kembali lagi. Alhamdulillah, aku masih mempunyai backup di CD yang pernah aku burning beberapa waktu lalu. Namun sayang bukan hanya file yang ada di disket saja yang hilang, tetapi komputerku juga menjadi error, sehingga CD-nya tidak dapat dibaca.

Seminggu kemudian komputerku akhirnya dapat digunakan kembali berkat bantuan tetanggaku. Ternyata, virus brontok.exe-lah yang telah membuatku stres dan menghilangkan file tugas akhirku yang telah ku buat dengan susah payah. Virus tersebut belum ada antivirusnya. Oleh karena itu, setelah dicoba menghilangnkannya dengan menggunakan antivirus Mcafee dan AVG, ‘si brontok’ belum juga hengkang dari komputerku, maka tetanggaku mengformat ulang komputerku.

Nah, berdasarkan pengalamanku, ternyata virus itu bisa menjadi orang stress, putus asa, kalang kabut, dan memaki-maki yang tidak jelas bila tidak kuat iman, bahkan dapat merusak hubungan antarpersonal. Oleh karena itu, berhati-hatilah pada ancaman virus yang terus menyebar melalui berbagai media tanpa kita sadar telah mengaksesnya. Dan yang pasti, jangan lupa untuk selalu meng-scaning dengan antivirus setiap memasukan revomable disk ke komputer Anda serta meng-update antivirus anda!.

Sekian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s