Perjalanan ke Tapak Tuan (Aceh Selatan)

Standar

Menuju Kota Tapaktuan (Kab. Aceh Selatan) dapat ditempuh dengan berbagai cara:

  1. Dari Medan menggunakan Bis atau Travel dengan waktu tempuh sekitar 12 jam dengan kondisi jalan kurang baik dan sempit.
  2. Dari Banda Aceh menggunakan Bis atau Travel dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan kondisi jalan lumayan mulus.
  3. Dari Nagan Raya menggunakan Taxi ke Meulaboh dan dilanjutkan Travel sekitar 4 jam.

Tim kami terdiri dari seorang Ketua, seorang Trainer dan seorang pelaksana. Kami ditugaskan untuk melakukan pembekalan seleksi pegawai KPPN Percontohan di KPPN Tapak Tuan. Saya berangkat lebih awal dari anggota tim lainnya pada hari Kamis malam 15 Maret 2012 menuju Medan menggunakan GA-196 (CKG-MES), lalu menuju hotel tuk bermalam dikarenakan penerbangan ke Nagan Raya dilanjutkan esok paginya.

ATR 72-500

ATR 72-500

Sekitar jam 6pg aku bergegas untuk sarapan walaupun keadaan Kota Medan masih terlihat gelap, hal ini aku lakukan dikarenakan pukul 7 pagi aku harus menju Bandara Polonia Medan dengan Shuttle Bus milik hotel (tentunya gratis). Perjalanan dilanjutkan ke Nagan Raya (Kabupaten pemekaran dari Meulaboh) bersama dengan Ketua TIM dan Trainer menggunakan maskapai Wings Air dengan armada ATR 72-500 (JT-1252, MES-MEQ), Rute penerbangan ini tidak tersedia setiap harinya, tetapi ada maskapai Susi Air yang melayani daily.

Dari Bandara Bandara Cut Nyak Dhien Kabupaten Nagan Raya perjalanan dilanjutkan dengan mobil sewaan yg telah dipesan sebelumnya. Harga sewa cukup murah hanya Rp. 500.000/hari termasuk sopir & Bensin dengan tipe mobil Kijang Innova G (Bisa Kontak Ade: 0852 6003 8090). Tapi kalo hanya mendrop dari Bandara Nagan Raya/Kota Meulaboh menuju Tapaktuan tarifnya sekitar Rp. 600.000,-.

Tepat pukul 15.30 WIB kami tiba di KPPN Tapak Tuan

KPPN Tapak Tuan

KPPN Tapak Tuan

(Jalan Cut Ali 69 Tapaktuan /23715). Perjalanan kami tempuh selama 4 jam lebih dengan variasi jalan berbelok-belok dan lurus tentunya dengan beberapa pemandangan alam yang indak & elok untuk dilihat dan diabadikan dengan kamera. Oh iya, saat kami tiba banyak sekali bendera partai politik baik nasional dan lokal dikarenakan Propinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh aceh akan meyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Bendera Partai Aceh

Bendera Partai Aceh

Kandidat Gubernur Aceh

Kandidat Gubernur Aceh

Kami sempat untuk istirahat selama dua kali, istirahat pertama untuk makan siang sedangkan istirahat kedua untuk melaksanakan Sholat Jum’at berjama’ah di daerah Labuhan Haji. Kenapa antara makan siang & sholat Jum’at tidak dilaksanakan bersamaan? Dikarenakan rekan kami belum sarapan sehingga makan siang sekitar jam 11 siang dan waktu zuhur di sisi Barat Aceh sekitar kurang dari jam 1 siang.

Kami menginap di Catherine Hotel (jalan T. Ben Mahmud no. 6 Tapaktuan telp 0656-21314/ HP 085373297855), hotel melati yang menyediakan free wifi , hal ini tentu sangat membantu kami untuk online. Tarifnya cukup masuk SBU 2012 (Satuan Biaya Umum). Sebagai informasi saja, dialek yang digunakan warga tapaktuan menggunakan bahasa minang khususnya dialek Pariaman. Pejabat setempat menceritakan bahwa nenek moyang warga Tapktuan berasal dari pesisir Sumatera barat tepatnya Pariaman, sehingga bahasa dan ragam makanannya sama persis dangan Pariaman.

Sabtu sore pukul 16.30 kami meninggalkan kota Tapak Tuan menuju Kota Meulaboh setelah memberikan pelatihan untuk rekan-rekan kami di KPPN tapaktuan.

Air Terjun

Air Terjun

Sekitar setengah jam Dalam perjalanan kami mampir disebuah Air terjun kecil di pinggir jalan untuk mandi sore dan memotret beberapa objek. Tiba di Kota Meulaboh hari sudah malam dan dilanjutkan makan malam dengan menu Mie Kepiting (tentunya mie aceh) di Warkop Kuta Raja sebelum menuju hotel tuk bermalam.

Mie Aceh

Mie Aceh

Tak terasa jam tanganku menunjukan pukul 23.00 tetapi suasana kota masih ramai walau dengan berat hati kongkow dan ngobrol dengan teman yg berdinas di Kota Meulaboh pun kami akhiri dan kami mesti segera beristirahat di Hotel Tiara Meulaboh.

Jam 6 pagi kami bergegas ke Bandara Cut Nyak Dhien dikarenakan pesawat take-off jam 07.30 WIB.

Bandara Cut Nyak Dhien

Bandara Cut Nyak Dhien

Shedule Penerbangan

Shedule Penerbangan

Penerbangan Meulaboh (MEQ) menuju Medan (MES) menggunakan maskapai Susi Air (SI-121) dengan armada Cessna C208B Caravan, armada ini adalah armada peswat terkcecil yg pernah saya tumpangi sampai saat ini dengan kapasitas penumpang 12 orang ditambang Pilot dan Co Pilot.

Kabin Pesawat

Kabin Pesawat

Di atas pesawat menuju medan, mata akan terdecak kagum dengan hamparan bukit barisan yg sangat luas di pandang mata, apalagi saat cuaca cerah seprti yang saya alami waktu itu

Bukit Barisan

Bukit Barisan

. Tiba di Bandara Polonia Medan kami melanjutkan penerbangan ke Jakarta (GA-185).

Sekian

5 responses »

  1. Ping-balik: Kota Tapaktuan | Aceh Metro

  2. Tanpa terasa sudah 9 tahun meninggalkan Kota Taluak…hmmm…. penuh dengan kenangan… kenangan akan keheningan malam saat itu…. kebersamaan saat menyusuri perbukitan bersama warga kota….. takkan terlupakan….

  3. Iyo, jangan lupokan taluak….simungil zamrud khatulistiwa (archipelago of south aceh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s