Bermain dan Belajar dengan Buah Hati Anda

Standar

Kemajuan teknologi kadang membuat kita terlena. Banyak suami istri jarang berkomonikasi di rumahnya krn sibuk dengan gadget-nya. banyak anak-anak yang lupa mandi, sholat, makan dll krn komputer tablet yg ada di genggamannya.

Suatu sore saat saya asyik dg gadget, tiba2 si Sulung yang berusia 6 tahun mengajak main saya tuk bermain yang kami namai “dinding pak dinding”, saya menjawab “Abang main sama yasmin (Anak ke-2 saya, 4th) aja”. Tetapi si Sulung tetap maunya sama Ayah. Langsung hati ini terhentak. Awal si Sulung dekat sama saya, waktu si sulung usia 1th, saya menjalankan tugas belajar di Jogja, sehingga banyak waktu bersama dengan si sulung. Semenjak kembali ke Ibukota si sulung kurang dekat sama saya krn saya harus berangakt pagi & pulang malam. Hal ini tentu kesempatan yang selama ini saya cari2 tuk bermain bersama dengan si Sulung.

Cara mendekatkan orang tua kpd anak sebebrnya mudah, ajak dia bermain dan belajar yang kita buat sendiri yang tentu sangat menarik bagi anak2, hal ini akan menambah kedekatan & keakraban kita terhadap anak2. Apalagi bagi ortu yang tinggal di kota besar yang waktu bersama keluarga sangat minim. Ada beberapa permainan yang waktu kita kecil bisa gunakan tuk bermain bersama anak, seperti: do-mika-do, adu ayam dg jari, dan banyak lainnya termasuk petak umpet.

Permainan yang kami namai “dinding pak dinding” adalah permainan tepuk tangan berpasangan secara berirama. ada juga permainan becak-becak-an yaitu permainan berpasangan dengan membuat simpul tangan dan orang ketiga duduk diatas simpul tangan tsb dan digiring keliling kemana orang tsb kehendaki.

Bagi para ortu yang pulang sdh larut malam, bisa bawakan buah hatinya cetakan gambar mewarnai, labarin atau asah otak yang tentunya disesuaikan umur buah hatinya. Bisa dipastikan anak2 akan senang menunggu Ayahnya pulang kerja krn menunggu permainan yang akan dibawa pulang.

dalam menjalin keakraban ortu dan anak, peran pentingnya ada sama ortu tsb. Apakah dia mau meluangkan wakttu tuk  buah hatinya daripada menonton TV Kabel, Bermain Gadget dan kesibukan pribadi lainnya. Selamat mencoba & semoga dengan semakin akrabnya para Ortu dengan anaknya dapt membentuk anak yang cerdsa, Sholeh & bertaqwa serta menurunkan perlikau buruk terhadap anak (seperti bullying, tawuran, Narkoba, Sex bebas dsb)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s