Simfoni Sinergi Menuju Keberhasilan

Standar

Dalam Seminar setengah hari yang dilaksanakan pada Hari Kamis, 6 Desember 2012 bertempat di Aula Gd. B Lt. V BPPK Purnawarman Jakarta, Pembicara (Gede Prama) menyampaikan materi dengan tema “Simfoni Sinergi Menuju Keberhasilan” dengan ulasan seperti di bawah ini

Foto Bersama peserta dengan Gede Prama

Foto Bersama peserta dengan Gede Prama

Hal yang paling penting dalam hidup adalah belajar. Belajar adalah suatu proses untuk tumbuh menjadi pribadi yang matang, dewasa dan bijaksana. Ketika kita belajar lebih dalam, di mana masalah bukan dianggap musibah tetapi berkah. Hal itu merupakan tangga ke arah kedewasaan.

Manusia hendaknya hidup bagaikan gunung, semakin berada di puncak semakin tenang. Semakin menuju puncak, semakin banyak halangan, rintangan, dan cobaan. Namun hal itu membuat otot-otot spiritual menjadi kuat (keikhlasan).

Simfoni sinergi terjadi jika kita menjadi tuan atas pikiran kita sendiri (If you be the master of your mind). Jangan pernah menjadi pelayan dari pikiran kita sendiri. Apabila kita berpikir positif, maka secara tidak langsung kita akan menambah kawan. Sebaliknya, apabila kita selalu berpikir negatif maka secara tidak langsung kita akan menambah lawan/musuh.

Sesi Tandatangan Buku dan Foto

Sesi Tandatangan Buku dan Foto

Hendaknya kita mengubah pikiran negatif, menjadi pikiran positif (transformasi pikiran). Sedangkan transformasi pikiran itu sendiri, dilakukan dengan cara :

1. Menjadikan masalah sebagai peluang.
Kita harus bisa menjadikan peluang untuk belajar. Misal, belajar untuk memahami perspektif orang lain atau belajar untuk bersabar mengahadapi masalah.

2. Musuh adalah guru yang terbaik.
Seperti filosofi para samurai Jepang yamg menganggap musuhnya merupakan guru yang tersembunyi. Ataupun seperti Socrates yang menganggap istrinya yang cerewet sebagai guru kesabarannya.

3. “Tidak” adalah sumber kreatifitas.
Kata “tidak” dari orang lain adalah cara untuk menggali ide kreatifitas kita. Karena dibalik penolakan/kegagalan, kita sedang dibangkitkan energi kreatifitasnya.

4. Kebaikan adalah kendaraan terbaik.
Hendaknya kita selalu menciptakan kasih sayang dan kebaikan dalam hidup. Sehingga timbal balik dari apa yang kita lakukan juga berbuah kebaikan.

5. Keluhan adalah pembimbing.
Tatkala ada keluhan terhadap kinerja kita, berarti ada hal yang perlu kita perbaiki. Sehingga secara tidak langsung keluhan itu membimbing kita menjadi lebih baik.

Setiap perjalanan kehidupan harus kita syukuri. Karena menurut penelitian, apabila kita banyak bersyukur, kita akan sehat dan bahagia.

by: Tim rekan2 HRD, DG od Treasury

Peserta Ditjen Perbendaharaan

Peserta Ditjen Perbendaharaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s