Dunia Birokrat #1

Standar

*Aku berencana mengumpulkan tulisan/kisah terkait dunia birokrat/ke-pns-an yang selam ini aku alami, semoga dapat memberikan informasi yang baik bagi pembaca semua.

ga afdhol kalo saya bercerita langsung dari dunia kerja birokrat, ada sebaiknya saya akan mengisahkan pengalaman awal waktu masuk sekolah kedinasan sabagai cikal bakal menjadi Birokrat.

Lulus SMA yang terpikirkan olehku hanya mau masuk PTN saja, karena saya ingin jadi Bisnisman dan pada zaman itu sedang laris bisnis produk kesehatan/herbal, maka saya berniat masuk Agrobisnis IPB. Agrobisnis IPB saya daftarkan pada pilihan ke-2, sedangkan pilihan pertama saya memilih FK Unand sebagai rasa hormat saya kepada Ibu yang ingin anaknya menjadi Dokter. Tapi saat tes UMPTN, saya tidak mengerjakan semua soal (dulu kalo ga salah Betul +4, salah -1), saya hanya mengerjakan soal yang yakin saja & saat itu saya sudah merasa cukup tuk tembus IPB.

Selain UMPTN, saya juga ikut-ikut tes Sekolah kedinasan hanya tuk menguji kemampuan aja (ngikutin Kakak). kepinginnya ikut STAN dan STIS, tapi waktu mo daftar STIS sudah terlambat, so hanya ikut STAN aja.

Lokasi Tes STAN dilaksanakan di Gelora Bung Karno dan hampir penuh semua kursi diisi peserta Ujian Masuk STAN dan itulah pertama kali saya masuk Stadion GBK (he 3x).

Pengumuman UMPTN bahwa saya jebol IPB yang mana pengumumannya lebih awal dari pengumuman STAN, so saya sudah menyiapkan diri tuk kuliah di Baogor. Selang beberapa hari ada teman yang ngabarin kalo namaku ada di pengumuman ujian seleksi masuk STAN, namun di pengumuman itu aku mendapat jurusan Kebendaharaan Negara (oiya, waktu dulu daftar kita boleh memilih 3 jurusan dan saya memilih Akuntansi, Pajak dan Bea Cukai. Biasa… jurusan yang sudah pasaran di telinga umum). Aku sempat ga percaya pada temanku tersebut, lalu aku ke rumahnya karena Bapak temanku ini memiliki cetakan pengumuman dan benar namaku ada di sana dengan nomor ujian yang sama persis.

Saat liburan keluarga di Anyer, dan saat rapat keluarga diputuskanah agar aku mengambil kuliah d STAN dikarenakan gratis. Apa boleh buat, takut membebani ortu kalo aku kuliah di IPB, maka akupun mengambil STAN

to be continued…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s