Backpacker trip to Singapore via Bintan

Standar

Lanjut dari rangkaian Fieldtrip Kampus, sebagian rekan melanjutkan wisata ala backpacker ke negeri seberang. Perjalanan dilakukan menggunakan Kapal/Ferry Cepat dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang. Kamis, 27 Oktober 2016 Pukul 6.20 pagi kami telah tiba di pelabuhan karena ingin mengejar jadwal keberangkatan pukul 7 pagi. Setalah membayar pass pelabuhan sebesar Rp 13.000/orang (penumpang LN), kami membeli tiket ferry pada agen SindoFerry seharga Rp 230.000/orang. Pukul 6.40 kami boarding menuju kapal ferry dengan terlebih dahulu melewati pos pemeriksaan imigrasi.

Perjalanan selama 2 jam dengan gelombang yang cukup tenang membuat kami pun terlelap, maklum hari ini kami bangun lebih awal. Tepat Pukul 10.00 waktu Singapore, kami pun berlabuh di Terminal Ferry Tanah Merah. Setelah melewati pemeriksaan imigrasi yang cukup menegangkan dikarenakan beberapa rekan ditanyakan macam2 dan isi tasnya di periksa oleh petugas imigrasi. Perjalanan berikutnya dilanjutkan dengan menggunakan Bus menuju stasiun MRT Tanah Merah. Bus yang kami gunakan rute 35 yang bisa digunakan pembayaran dengan uang tunai ke mesin yang tersedia dengan tarif $1,2 (jadi bagi yang belum memiliki kartu EZ link/kartu MRT tidak perlu khawatir). Tiba di Stasiun Tanah Merah, Sebagian kami membeli kartu EZ link untuk memudahkan transaksi dalam menggunakan tranportasi publik di Singapore.

Karena jadwal check-in Hostel mulai pukul 14.00, akhirnya kami mampir ke Orchard karena ada rekan yang ingin membeli sepatu. Keluar stasiun MRT Orchard cuaca gerimis dan waktu sudah menunjukan jam 12 siang maka kami mampir ke Lucky Plaza untuk lunch di gerai Fastfood, pilihan kami jatuh ke Restoran Mc Donald, namun sayang restoran tersebut tidak terdapat sertifikat Halal.

Karena barang bawaan kami yang cukup banyak (Lanjutan dari Bintan), kami memutuskan segera check-in di Hostel Mitraa Inn (Serangoon Road) agar beban pundak cukup ringan sekaligus rehat sejenak.

Tepat pukul 16.00 perjalanan di lanjutkan menuju Pulau Sentosa menggunakan MRT via stasiun Farrer Park dan turun di stasiun Harbourfront. Setiap objek yang menarik selama perjalanan kami selalu mengabdikannya, seperti di Sri Srinivasa Perumal Temple, Vivo City dan sebagainya. Alhamdulillah cuaca cukup cerah di Sentosa Island. Kami berfoto di Sign Universal, Lake of Dreams, Sentosa Merlion, Madame Tussauds Singapore. Tepat jam 7 malam kami bergegas ke China Town untuk Dinner sekaligus mencari oleh2 (gantungan kunci & pigura). Namun saying, saat tiba di China Town satu-satunya restoran Halal (Masakan Padang) sedang menutup gerainya, maka kami segera menuju ke Foodcourt di Maxwell Centre yang tersedia makanan halal 24 jam. Lahap mengisi perut, kami segera bergegas ke destinasi berikutnya Merlion Park. Selama perjalanan menuju stasiun Tanjong Pagar, kami sempat bertemu gedung Red Dot Design Museum yang lokasinya persis di seberang gedung Ministry of National Development. Bangunan museum tersebut sangat klasik dan unik.

Turun di Stasiun Raffles Place, kami segere menuju lokasi Merlion dengan menyusuri Sungai Singapura maka kita akan bertemu jembatan lama yaitu Cavenagh Bridge dan Anderson Bridge yang mana saat malam hari sangat bagus untuk berfoto di lokasi tersebut. Puas berfoto dan ngobrol santai di kawasan Merlion Park, tepat jam 12 malam kami kembali ke Hostel dengan menggunakan bus, karena jam operasi MRT hanya sampai 23.30.

Penjelajahan pada hari kedua, ada 2 lokasi yang menjadi tujuan kami yakni Kawasan Marina Bay dan Bugis (di Bugis untuk makan siang sekaligus beli oleh2). Hari kedua kami bangun agak terlambat karena kelelahan semalam. Setelah mandi lanjut sarapan (free tersedia dari hostel berupa Roti dan minuman teh/kopi) dan check-out (Barang bisa di titip) kami segera menuju kawasan Marina Bay dengan berfoto dengan latar Marina Bay Sands dan area Gardens by the Bay. Menjelang siang kami segera menuju kawasan Bugis, kebetulan hari itu hari Jum’at dan sebelum melaksanakan Sholat jum’at Masjid Sultan saya mengisi perut dulu dengan menu murtabak beef seharga $5 di Restoran Singapore Zam-zam persis di seberang masjid. Saat jumatan saya merasakan persaudaraan yang sangat kokoh, yakni dalam ukhuwah Islamiyah karena jama’ah dari berbagai etnis dan suku bangsa berkumpul bersama di lokasi tersebut. Kutbah jum’at disampaikan dalam bahasa melayu sehingga saya pun dapat mudah memahami isi khutbah.

Setelah jumatan saya bergegas kembali ke Hostel, karena kami sudah memesan Shuttle Bus untuk ke Bandara dengan waktu Pick-up pukul 14.00. Setelah rekan berkumpul lengkap, akhirnya kami pun diantar dengan Shuttle Bus (layanan bekerjasama dengan Hostel dengan tarif $9/orang) ke Terminal 3 Bandara Changi.

Tiba di Bandara, kami segera check-in dan melakukan pengembalian saldo serta uang jaminan Kartu EZ-link di konter stasiun MRT yang berada di terminal 2. Oiya, sebelum masuk ruang tunggu bandara Changi, pastikan anda tidak membawa minum, apabila anda membawa botol minum segera kosongkan isinya dengan anda minum atau buang di toilet, karena anda akan segera diminta kosongkan botol minum oleh petugas ataupun apabila anda membawa minuman kaleng maka akan disita dan dibuang ke tempat sampah. Setelah masuk ruang tunggu, andapun bisa mengisi ulang botol minum anda dengan Pancuran Air siap minum yang bisanya berada dekat toilet. Jangan lupa juga nikmati kencangnya Free Wifi di kawasan Bandara Changi dengan melakukan registrasi singkat dank ode aktivasi akan dikirimkan ke nomor ponsel yang anda daftarkan.

Akhirnya kami kembali ke Negara Tercinta melalui Bandara Kebanggaan Bangsa, Soekarno-Hatta. C u again di backpakeran berikutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s