NASEHAT ‘SURGA’ ARIFIN ILHAM

Standar

oleh: Syahrawi Munthe, S.Mn., S.ST., M.Ak.

Banyak nasehat berharga yang disampaikan oleh Ustadz Arifin Ilham saat ceramahTR2 tarhib kemarin di masjid Al Amin. Sekalipun sedikit terganggu oleh mic yang ‘berisik’ di awal ceramahnya, tapi aura keshalihan beliau tetap tidak mengurangi suasana syahdu dalam lantunan dzikir.

Seperti biasa beliau selalu menyapa jama’ahnya dengan panggilan akrab, terutama tokoh yang hadir saat itu. Panggilan ayahanda atau abang, biasanya terselip dalam sapaannya.

Diawal ceramahnya, beliau sampaikan mari semuanya menghadap kiblat, hadirkan khusyu’ lalu berdzikirlah. Jangan sungkan-sungkan untuk berdzikir, karena sesungguhnya dzikir akan menghadirkan ketenangan hati. Berdzikirlah karena dari lisan ini banyak ucapan kotor yang terucap.

Ucapan dzikirpun dimulai, kalimat istighfar, dilantunkan bersama-sama. Diucapkan hingga puluhan kali. Lalu kalimat tauhid dan kalimat thayyibah lainnya. Dzikir ini diucapkan secara bersama-sama oleh jama’ah. Lama kelamaan suasana syahdu dengan lantunan dzikir menghadirkan hening yang dalam. Beliau kemudian mulai mengajak jama’ah untuk bertaubat kepada Allah. Bertaubat dari maksiyat atas pandangan yang tak pantas dilihat, dari ucapan yang sering membuat dosa, dusta, janji dan ucapan yang tidak baik lainnya. Bertaubat dari dosa yang dilakukan secara tidak sengaja, atau dosa yang dilakukan sungguh-sungguh. Lalu kemudian beliau mengajak untuk mengingat orangtua, kehadiran kita karena mereka, jangan pernah hitung-hitungan dengan orangtua, kunjungilah ia dimasa tuanya. Bagi yang sudah meninggal, doakan mereka, sungguh doa anak yang shalih akan membantu mereka.

TR1Disela-sela nesehatnya kembali lantunan dzikir diucapkan. Kemudian, masih di dalam keheningan, beliau memimpin doa. Doa yang sangat menyentuh, dan suara jama’ah terdengar mulai terisak. Rasanya hampir semua menangis, memohon ampun kepada Allah atas semua dosa-dosa.

Setelah berdoa beliau melanjutkan nasehat ‘surga’ nya tentang kematian. Bahwa orang yang istiqomah sholat subuh berjama’ah akan mati dalam keadaan tenang dan bahagia. Beberapa contoh beliau sampaikan, termasuk mertuanya.

Lalu mengajak jama’ah untuk bersedekah, kepada siapaun yang membutuhkan. Bahwa kehadiran mereka adalah sebagai ujian bagi yang punya kelapangan harta. Termasuk penggalangan dana untuk wakaf yang dikelola az-zikra di sentul. Juga saat itu disampaikan khasiat minuman air zamzam serta madu hitam.

Ada candaan-candaan kecil dari beliau untuk pejabat-pejabat yang hadir saat itu, khususnya buat Pak Sesjen. Konon Sesjen kagum kepada Ustadz Arifin Ilham, hingga punya istri tiga. Kekaguman itu ‘dibalas’ oleh beliau yang juga kagum kepada pejabat-pejabat yang selalu tampil gagah. Cuma sayangnya hanya jadi GGM (Gagah Gagah Mubazir).

Juga minuman air zam zam khusus untuk pejabat dikasih gratis. Tapi Pak Sesjen masih jadi sasaran candaan beliau. Bahwa kalau minum air tersebut bisa kawin lagi…he..he…

Di akhir nasehatnya, beliau mengajak jamaah supaya selalu berdzikir kepada Allah dan mohon kepada Allah untuk semua kita berjumpa dengan romadhon.

#maafjika ada yang terlewat atau kurang pas
#Al Amin 8 Mei 2018.

Iklan

Rumaisha Yasmin Aliyah

Standar
1

Abang Kholid langsung menengok dedek Yasmin setelah kelar dari persalinan

Satu dasawarsa yang lalu, di RS Condongcatur Sleman DI Yogyakarta, sekitar Ba’da Subuh, Putri kedua kami lahir dengan sempurna. Kami beri nama Rumaisha Yasmin Aliyah, semoga kehadiranmu mendamaikan dan memiliki sifat2 sahabat nabi tersebut, juga engkau cantik seperti bunga yasmin (melati) tentunya dengan akhlakmu serta tinggi derajatmu dengan ilmu yang kau miliki.

2

Tampak Indah & jelas Gunung Merapi dari Kamar Bersalin 

Ayah juga sempat mengabdikan indahnya Gunung merapi dari ruang bersalin setelah kau lahir ke dunia. Ayah & Bunda sangat meridhoi mu menjadi seorang Hafidzah dan mengejar cita-citamu, semoga Allah SWT selalu meridhoi langkah & usahamu. Barakallah Ananda Yasmin……

Liputan Sosialisasi Perdirjen Perbendaharaan nomor 19 tahun 2017

Standar

Bahan Materi

SosPerdirjen03Direktorat Sistem Manajemen Investasi (SMI) selaku regulator di bidang investasi pemerintah, penerusan pinjaman, kredit program, dan investasi lainnya telah memberikan kewenangan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) untuk melaksanakan pembinaan dan monitoring atas investasi pemerintah, pinjaman, dan kredit program di daerah melalui amanat dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 262 tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Laksana Instansi Vertikal Ditjen Perbendaharaan. Lebih lanjut, amanat tersebut dirinci ke dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-19/PB/2017 Tentang Petunjuk Teknis Pembinaan dan Monitoring atas Pinjaman dan Kredit Program oleh Kanwil DJPb melalui kegiatan monitoring atas pemberian pinjaman pemerintah yang bersumber dari rekening dana investasi (RDI) dan penerusan pinjaman kepada BUMN/PT, pembinaan dan monitoring atas pemberian Pinjaman Pemerintah yang bersumber dari RDI, rekening pembangunan daerah (RPD), dan penerusan pinjaman kepada Pemda/BUMD, dan pembinaan dan monitoring Kredit Program.

SosPerdirjen01

Mendukung hal tersebut, Direktorat SMI menyelenggarakan Sosialiasi Perdirjen Perbendaharaan nomor 19 tahun 2017 pada tanggal 7 s.d. 9 Februari 2018 di Jakarta yang dihadiri peserta dari Kabid dan salah satu kasi dari Bidang PPA II Kanwil DJPb seluruh indonesia dan pegawai Direktorat  SMI dan KPPN Khusus Investasi. Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi pegawai DJPb terhadap pelaksanaan pembinaan dan monitoring atas investasi pemerintah, pinjaman, dan kredit program di daerah.

SosPerdirjen02

Pada Kesempatan tersebut, Direktur SMI, Ari Wahyuni mengemukakan bahwa regulasi yang telah dibuat untuk menjamin peningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pinjaman dan kredit program, peningkatan koordinasi dan kecepatan penyampaian data kewajiban kepada debitur serta tercapainya pemberian pinjaman dan subsidi secara tepat sasaran. (MR)

sumber

Kumpulan Peraturan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Standar
Kumpulan Peraturan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kumpulan Peraturan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yaitu:

  1. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Nomor 11 Tahun 2017
    tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat
    Permenko 11 tahun 2017 KUR
  2. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 180/PMK.05/2017
    tentang Tata cara Pelaksanaan Subsidi Bunga/Subsidi Marjin Untuk Kredit Usaha Rakyat
    PMK 180 2017 Tata cara subsidi bunga KUR

TALKSHOW: PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN UMKM

Standar

“UMKM mempunyai peran strategis dalam perekonomian nasional, jumlahnya yang mendominasi sebagian besar pelaku usaha menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional”, demikian pernyataan Ari Wahyuni, Direktur Sistem Manajemen Investasi dalam laporannya sebagai panitia kegiatan acara Talkshow dengan tema “Peran Teknologi Informasi dalam Rangka Pemberdayaan UMKM”. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 20 Desember 2017 bertempat di Gedung Jusuf Anwar komplek Kementerian Keuangan dihadiri oleh para stakeholders yang terlibat dalam UMKM, diantaranya perwakilan dari Direktorat lingkup Ditjen Perbendaharaan, PIP, BP3TI, Perwakilan Kementerian/Lembaga terkait dan LKBB.

Dalam keynote speech-nya, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono menyatakan bahwa UMKM berperan penting dalam ekonomi Indonesia. Salah satu peran tersebut dibuktikan dengan ketahanannya dalam menggerakkan roda perekonomian nasional ketika kondisi krisis. Untuk mendukung perkembangan UMKM, pemerintah telah menggulirkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bertujuan untuk memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang layak dan produktif. Tetapi terdapat pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan dari aspek jaminan atau collateral, sehingga Pemerintah memberikan solusi melalui skema Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang mana hal tersebut sebagai komplemen dari KUR. Keterbatasan tersebut disebabkan oleh ketidaksediaan akses masyarakat terhadap perbankan (financial inclusion), keterbatasan perbankan terkait pemberian pinjaman dengan plafon rendah, dan keterbatasan pelaku usaha mikro terkait dengan penyediaan jaminan sebagai salah satu syarat mendapatkan pinjaman dari perbankan. Sasaran dari Pembiayaan UMi adalah pelaku usaha mikro di Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 40 juta dan kesulitan mengakses pembiayaan dari perbankan.

Acara talkshow tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yaitu para pengusaha muda yang berkecimpung pada technology startups di Indonesia diantaranya Aria Widyanto (VP amartha.com), Benny Fajarai (founder Qlapa.com), Dias Satria (owner umkmjagoan.com) serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait dengan hal pengembangan teknologi informasi, Danny J Ismawan, Direktur Ekosistem BP3TI dari Kementerian Komunikasi dan informasi.

Pada kesempatan pertama, Aria Widyanto mempresentasikan amartha.com, salah satu leading financial technology (fintech) di Indonesia. Amartha.com bergerak di bidang Peer-to-Peer lending yang menyentuh usaha ultra mikro. Menurut Aria, sangat banyak masyarakat Indonesia yang tidak terjangkau oleh akses perbankan. Aria yang sebelumnya bankir di salah satu bank swasta mengungkapkan bahwa segmen tersebut terlalu mahal untuk dibiayai perbankan karena letaknya jauh di pelosok. Sementara itu, jumlah pinjaman pada segmen tersebut terlalu kecil sehingga tidak ekonomis untuk dikelola dibandingkan dengan pinjaman lainnya. Aria berpendapat perlu kenekatan dan idealisme untuk memberi pinjaman ke segmen tersebut.

Kenekatan dan idealisme juga menjadi modal bagi Benny Fajarai dalam mengembangkan Qlapa.com, situs market-place produk-produk hand-made dan craftingQlapa.com bermula dari keheranan Benny melihat rendahnya kesejahteraan pengrajin produk handmade. Padahal banyak turis berkunjung ke Indonesia untuk berburu produk-produk tersebut. Kecintaannya pada produk handmade menyebabkan Benny menemukan bahwa permasalahan utama pengembangan produk handmade adalah akses pasar para pengrajin sangat terbatas. Dengan kenekatan dan idealisme itu, Benny dan rekan-rekannya membangun Qlapa.com sebagai market place produk handmade untuk memutus panjangnya rantai pemasaran yang tidak menguntungkan pengrajin.

Prinsip kenekatan dan idealisme juga dianut oleh Dias Satria dalam mengembangkan umkmjagoan.com. Dosen Universitas Brawijaya ini prihatin kerentanan produk-produk lokal Malang dalam menghadapi serbuan produk dari luar daerah. Menurut Dias, UMKM memerlukan pendampingan agar produk-produk dapat dipasarkan dan bersaing dengan produk yang sudah eksis di pasar. Untuk menjalankan umkmjagoan.com, Dias bahkan membayar gaji pekerjanya dengan gaji dari hasilnya mengajar.

Ketiga startups tersebut hadir membantu UMKM melalui pemanfaatan teknologi. Danny J Wirawan menjelaskan Pemerintah berusaha keras untuk menghadirkan suatu ekosistem yang memungkinkan technology startups dapat berkembang di Indonesia. Menurut Danny, perkembangan teknologi dan informasi yang ada saat ini merupakan salah satu jalan bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha. Pola belanja masyarakat saat ini yang mulai dominan bergeser kearah pembelanjaan onlineE-commerce merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas selama konsumennya memiliki akses internet. Pemasaran melalui e-commerce membuat pelaku UMKM dapat langsung berkomunikasi dengan pembelinya, sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dengan memotong mata rantai distribusi yang selama ini terjadi di pasar konvensional.

Teknologi Informasi dapat menjadi sebuah alternatif bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Qlapa.comamartha.com, dan umkmjagoan.commembuktikan bahwa teknologi informasi berperan strategis untuk menyediakan sarana pembiayaan, pendampingan dan jalur pemasaran yang selama ini menjadi sumber permasalahan bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Tentunya, pemanfaatan TI tersebut juga harus didukung oleh infrastruktur yang memadai sehingga setiap orang dapat mengakses portal-portal startups dan memanfaatkan untuk pengembangan usaha mereka. Pengalaman Qlapa.comamartha.com, dan umkmjagoan.com dapat menjadi inisiatif bagi pengambil kebijakan dalam pengembangan UMKM di Indonesia.  (AF650)

sumber

PEMBIAYAAN ULTRA MIKRO SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN DALAM SEKTOR EKONOMI

Standar

Banda Aceh, Mengawali sambutan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Iskandar mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Perbendaharan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah berinisiatif dalam melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya menerapkan nawacita Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat serta kemandirian dalam sektor ekonomi. Beliau berpesan agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat berjalan stabil, perlu dukungan dari pemerintah pusat dan pemda. Pemko Banda Aceh sangat mendukung upaya pertumbuhan UMKM dengan membuat program one village one product serta membentuk lembaga keuangan non perbankan di lingkup Pemko Banda Aceh.

Selanjutnya, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah  DJPb Provinsi Aceh, Halim memberikan sambutan sekaligus membukan secara resmi sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan Training of Trainers (ToT) Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di Banda Aceh yang berlangsung pada hari Selasa, 5 Desember 2017. Halim menjelaskan program pembiayaan UMi hadir sebagai pelengkap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah ada sebelumnya sekaligus menutup gap pelaku UMKM. Beliau menjelaskan bahwa realisasi penyaluran KUR sampai dengan November 2017 telah mencapai 980 milyar rupiah dengan jumlah debitur sebanyak 45 ribu orang.

Setelah acara dibuka secara resmi, acara dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu moderator Iwan Kurniawan, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II  Kanwil DJPb Provinsi Aceh menghadirkan 3 narasumber yakni : Sochif Winarno dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Ary Dekky Hananto dari Direktorat Sistem Manajemen Investasi (SMI) Kemenkeu dan Azhari dari PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Area Aceh.

Diakhir sesi talkshow, menghadirkan dua orang debitur Pembiayaan Umi. Hasrati dari Desa Emperom Kecamatan Jayabaru mengungkapkan betapa pembiayaan Umi yang didapatkan melalui Mekaar UMi telah dapat membantu mengembangkan usahanya kerajinan rotannya. Dia juga menjelaskan bahwa saat ini sudah melakukan pembiayaan tahap kedua dengan jumlah pinjaman 3 juta rupiah yang sebelumnya pada tahap pertama hanya mendapatkan pembiayaan sebesar 2 juta rupiah. Ada hal-hal unik yang selam ini Hasrati rasakan selama bergabung pada kelompok penerima pembiayaan UMi, seperti saat melakukan doa bersama dan menyanyikan lagu indonesia raya. Namun hal tersebut membuat komitmen anggota semakin meningkat serta menumbuhkan kecintaan pada negara dan bangsa ini.

Debitur lainnya, Aminah menjelaskan bahwa pembiayaan UMi saat ini digunakan sebagai tambahan modal usahanya yang sudah berjalan dalam bidang kerajinan rotan. Setelah bergabung dalam kelompok, Aminah mengungkapkan usahanya semakin berkembang, yang sebelumnya hanya membuat tudung saji kini sudah menambah produk baru seperti tas rotan. Account officer dan kelompoknya juga membantu dalam proses pemasaran produknya, tambahnya. (MR)