PENG-CODING-AN DALAM KEHIDUPANKU SEHARI-HARI

Standar

Coding berasal dari kata code yang berarti kode, sandi atau menyandi. Di dalam kehidupan sehari-hari peng-coding-an sering dilakukan di antara beberapa orang yang memiliki pengetahuan yang sama dalam melakukan coding (encoding) dan menerjemahkan coding (decoding) tersebut.

Peng-coding-an  bisa berbentuk verbal dan nonverbal. Namun, bila proses encoding dan decoding antara sender dan receiver yang tidak memiliki pemahaman yang sama, maka akan terjadi salah pengertian. Oleh karena itu, peng-coding-an dilakukan berbeda-beda, tergantung siapa sender dan receiver-nya, Seperti dalam sebuah komunitas, biasanya setiap komunitas memiliki peng-coding-an yang khas, yang belum tentu dipahami oleh orang di luar komunitasnya.

Sebagai contoh di keluarga intiku, ada beberapa peng-coding-an antara aku dan anak sulungku, bila anakku sudah di depan televisi dan berteriak, “Air…!”, berarti anakku ingin memonton VCD seri air yang ia dapatkan dari bonus susu formulanya. Mungkin bila orang lain yang mendengarnya akan dianggap anakku haus, ingin minta minum.

Contoh lain peng-coding-an antara aku dan istriku, bila sehabis pulang kerja atau kuliah aku melakukan batuk-batuk kecil sambil mengelus-ngelus leherku, berarti aku ingin minta suatu minuman segar kepada istriku.

Namun, peng-coding-an bisa gagal bila si sender tidak mengetahui kemampuan receiver dalam memahami isi atau makna dari peng-coding-an tersebut. Hal ini sering terjadi antara aku dan bapakku. Seperti sudah diketahui, bahwa dalam budaya minangkabau istilah atau pepatah sering digunakan dalam memberikan teguran, saran, sindiran atau hal lainnya.

Terkadang pepatah yang sering dilontarkan oleh bapakku kepada aku, tak dapat kupahami. Hal ini terjadi karena di keluargaku, hanya kakak-kakak yang tua saja yang dapat pengajaran adat istiadat minangkabau oleh orangtua atau  kakek dan nenekku, sehingga pepatah yang dilontarkan oleh bapakku baru aku pahami beberapa hari kemudian setelah aku mengonsultasikan kepada kakakku.

Contoh yang kuingat adalah pepatah yang pernah diucapkan oleh bapakku, “Bila kerbau di pegang talinya, manusia di pegang ucapannya.” Sebenarnya masih banyak pepatah sebagai sindiran oleh bapakku kepada aku, namun karena aku tidak paham, seringkali aku abaikan saja.

Itulah beberapa contoh peng-coding-an, yang di awal disebutkan sebagai sesuatu yang dari sebuah komunitas. Nah, bagaimana dengan komunitas Anda? Peng-coding-an apa saja yang sering digunakan dalam keluarga Anda, organisasi Anda, dan komunitas Anda lainnya?
Sekian..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s